Sabtu, 19 Januari 2008

Onde-Onde Si Ode…


Teman ada-tiada,
datang dan pergi
tetapi,
cerita ini harus terus berjalan kawan!
Seperti onde-onde, baluran wijen di tiap sisi penganan berbentuk bola inilah yang menjadi butiran cerita manusia. Begitu banyak, dan ini salah satunya…
Jumat ini hari berat bagi saya 9 november 2007. Kabar buruk datang dari pesan singkat ponsel saya mengenai kabar terakhir kawan kami. Lima belas hari setelah hilang tak ada kabar, Ode ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa. Akmal Yude, demikian nama lengkapnya. Intelektual organik dari Universitas Islam Negri Sunan Kalijaga. Kader Keluarga Mahasiswa Pecinta Demokrasi, aktivis LPM Arena serta kawan satu perjuangan di Front Perjuangan Pemuda Indonesia.
Banyak cerita indah serta diskusi hangat bersama saya. KOMIK-UPN (Komunitas Mahasiswa Kritis Universitas Pembangunan Nasional) begitu kehilangan benar pada sosok ini. Beberapa kali kami begitu banyak dibantu dalam proses berorganisasi. Pendirian Ranjau News, sebagai organisasi pers pertama di UPN yang berbicara media pembebasan berpikir masyarakat kampus turut juga dibantu banyak oleh kawan satu ini. Kader militan itu kini meninggalkan kita kawan…

Semangat bekerja untuk organisasinya tak pernah luntur, ada satu gagasan ode yang pernah ia lontarkan kepada saya yang sebenarnya hendak diwujudkan bersama tetapi terburu maut menjemput. Hendak membangun kelompok kajian ekonomi dalam sekup lokal jogja secara besar. Sebelumnya sudah ada pertemuan dengan kelompok kajiannya di mato kopi satu waktu lalu. Antara Studi Lingkar Bisnis yang digagas teman-teman UPN bersama kajian ekonomi kawan kawan dari UIN SUKIJO Universitas Islam Negri Sunan Kalijaga. Harapannya juga adalah akan menyatukan kajian fakultatif ini untuk berbicara di konteks ekonomi kerakyatan. Rencana awal juga akan disambungkan dengan lembaga milik revrison baswir di PUSTEP.

Terakhir kali berbincang panjang adalah saat puasa lalu, saya berkunjung ke Sarkem, atau yang disebut sebagai sarang KEMPED atau keluarga mahasiswa pecinta demokrasi. Sepetak rumah kontrakan dari pemuda-pemuda kmped. Saya tak menjumpainya. Tetapi kemudian berjumpa dengannya di selasar stand pameran UKM unit kegiatan mahasiswa depan tangga demokrasi. Sebuah tempat di depan masjid kampus UIN. Kala itu ia sedang menjaga stand Kopma/koperasi mahasiswa. Bersandingan dengan stand dari kawan-kawan LPM Arena. Kemudian dengan sapaan hangatnya. Saya berbincang panjang guna meminta bantuan kala itu. Untuk mencarikan pembicara diskusi di kampus UPN.
Itulah perbincangan kami yang lumayan panjang. Setelah itu masih ada perjumpaan. Hanya saja tidak berbincang panjang. Kalau tidak salah, saya bertemu lagi pada diskusi mengenai LPM Arena yang disomasi oleh DEMA UIN(Dewan Mahasiswa UIN). Ya, kala itu juga masih di bulan puasa.
Ode hilang saat akan pulang ke jogja. Sepulang mudik, untuk beraktivitas kembali seperti biasanya di jogja. Melanjutkan kuliah, bergiat di organisasi sepulang melepas rindu bersama keluarga, berlebaran bersama handai taulan. Dari cerita Azis, mantan kepala suku KMPD, saya mendapatkan gambaran kronologis kejadian ini. Awalnya, ode pulang bersama Nawir kawan seperjalanannya menuju Jogja. Sampai pelabuhan, Ode merasa ingin ke belakang untuk buang air kecil. Saat itu bus sedang berhenti di pelabuhan dan menunggu masuk ke kapal. Ode turun dari bus dan berniat mencari toilet untuk melepaskan hasrat buang air kecilnya. Barang bawaan bersama ponselnya ia titipkan pada kawannya. Lama berselang menanti, Ode tak kunjung datang. Nawir kemudian menunggu hingga beberapa lama. Nawir kemudian berpikir bahwa mungkin Ode melanjutkan perjalanan ke Surabaya terlebih dahulu untuk bertemu dengan kawan-kawannya di Surabaya. 4 hari lamanya nawir juga mencari di Surabaya. Tetapi ia tak menjumpainya juga. Dari sanalah kemudian kecurigaan bahwa Ode hilang mulai terasa.
Berbagai pencarian mulai dilakukan. Dari penyisiran hingga supranaturalpun ditempuh. Tetapi sayang, tak jua ditemukan. Konon, kata orang pintar Ode dibawa pergi oleh jin tomang. Yang kemungkinan hilangnya masuk ke jagading lelembut, dunia makhluk halus bersemayam. Baru kemarin akhirnya kabar itu muncul, bahwa Ode sudah tiada. Ditemukannya jasad dengan identitas Ode di sekitar Kamal, dekat pelabuhan ujung Madura penyeberangan Feri ke Surabaya.
Cerita lama yang hendak kukabarkan padamu kawan, hanya saja aku selalu terlupa. Lama tersimpan di folderku sekata tanpa makna.
Selamat jalan kawanku,
tugas suci itu semoga mampu diteruskan… gb

0 komentar:

Posting Komentar