Sabtu, 27 Februari 2016

Nando Sang Bordes

Nando & Alang yang suka jalan-jalan ke Mall
Jika harus mengulik sejarah terealisasinya Dongeng Kopi menjadi sebuah kedai, maka saya harus berterimakasih kepada pemuda satu ini. Beliaulah yang memperkenalkan saya pertama kalinya dengan Alang Bhinantaka, seniman kopi handal yang mashur di Jogja saat saya masih menelisik teknik teknik meracik kopi dengan baik. Pada sekitaran tahun 2013, kala itu nando masih mengurus sebuah kedai di tepi selokan mataram. Sedang saya sedang menyicil mewujudkan konsep komunitas konsumen melalui kedai di bilangan seturan, sementara Alang saat itu menggarap sebuah kedai di jalan Mangkubumi, serta mengurusi ritel kopi di pasar Jogja melalui salah satu perusahan eksportir kopi terbesar di Indonesia.
Pertemuan saya pertama kali dengan Alang, sebenarnya berawal dari surhat saya pada nando, karib saya sejak SMA itu, menyoal bagaimana membikin kopi yang enak. Nando, kemudian berjanji untuk mengenalkan saya pada satu orang, yang ternyata adalah sesorang yang kemudian menjadi pilar penting berdirinya DKJ.
Setelah pertemuan singkat di sebuah sore menjelang petang tersebut, kami intim berjumpa. Alang kerap bertandang ke Seturan, dan saya sering memberikan kunjungan balasan ke Mangkubumi. Keinginan saya yang menggebu gebu soal kopi, membuat saya menempel pemuda kelahiran Solo ini tanpa henti. Bila tiada berjumpa, saya melempar tanya melalui perangkat gawai, bila bertatap muka maka saya memperhatikan secara seksama bagaimana ia membikin secangkir kopi.
Hingga Nando berhenti dari kedai di tepi selokan, melanjutkan studi, sampai merantau di Batavia, pertemanan saya dengan Alang menjelma menjadi lebih sekedar karib.
Nando tidak tahu bila perjumpaan yang ia tautkan pada satu waktu lampau, kemudian menghasilkan pertemuan pertemuan dan obrolan obrolan panjang yang akhirnya menjadi sebuah kedai yang menggabungkan gagasan kami berdua.
Dua kali kami berjumpa dengan Nando setelah itu. Pertama saat DKJ masih nyempil di dekat Pingit, yang kedua saat lebaran tahun kemarin.

Kemarin kami kembali berjumpa. Setelah dengan tiba-tiba Nando muncul di Gorongan. Menyambangi kami berdua dengan wajah sumringah dan menceritakan bahwa Sabtu ini ia akan melamar kekasihnya di Pekalongan 

0 komentar:

Poskan Komentar